Rabu, 07 April 2010

Diposkan oleh I Gede Tirta Nata

Hardcoregamer tak hanya menghabiskan waktu berjam-jam di layar komputer untuk menguasai sebuah permainan. Sebagian dari mereka juga 'gila' dalam memodifikasi personal computer (PC) sebagai media untuk bermain game menjadi 'senjata' yang ampuh.

Umumnya, hardcore gamer memang tidak akan puas sekadar menguasai trik atau skill tinggi dalam membinasakan lawan di sebuah permainan. Tantangan lainnya justru tersaji lewat aksi memodifikasi laptop/desktop sesuai keinginan. Utamanya menghasilkan render sempurna dan realistis, yang membuat bermain game menjadi lebih nikmat. Jadi, jangan heran jika Edward, 26, rela merogoh koceknya hingga lebih dari Rp60 juta untuk melakukan modifikasi 'ekstrem' terhadap notebook gaming Alienware Mx17 miliknya.

Prosesor notebook miliknya menggunakan Intel Core i7 920XM Extreme Edition 2.0GHz (3.2GHz Turbo Mode, 8MB Cache). Kemudian RAM-nya ia tingkatkan dari 8 GB menjadi 16 GB Dual Channel DDR3. Sementara video card-nya menggunakan Dual 1GB ATI Radeon Mobility HD 4870.

"Hanya monitornya yang tidak saya ganti, tetap menggunakan bawaannya, 17 inci, agar masih muat di-backpack atau travel bag. Overall, saya sangat puas dengan kinerjanya," kata Edward sembari menyebut bahwa modifikasi tersebut ia lakukan di Jakarta.

Selain bermain game, Edward memanfaatkan laptop-nya itu untuk menunjang pekerjaannya di bidang video editing/animasi. Bagi Edward, apapun yang dibutuhkan selama bisa mendukung pekerjaannya, tidak jadi masalah. Termasuk ketika harus menguras koceknya.

"Dengan spek sekarang, untuk mengedit dan menciptakan video animasi, saya bisa menghemat waktu. Pekerjaan yang tadinya saya kerjakan dua hingga tiga hari di laptop biasa, sekarang bisa dilakukan sehari saja," tutur Edward. Pekerjaannya yang mobile, kata Edward, memang membutuhkan perangkat pendukung canggih.
"Dengan laptop yang telah dimodifikasi ini, saya benar-benar bisa optimal, baik itu urusan pekerjaan maupun bermain game," ujarnya yang sudah memiliki notebook Alienware selama hampir satu tahun ini. Notebook yang telah dimodifikasi itu, kata Edward, membuatnya lebih produktif.

"Semuanya menjadi sangat cepat, seberat apapun pekerjaan saya di bidang animasi dapat dilakukan," ungkapnya lagi. Dia mengaku tidak rugi untuk mengeluarkan uang dengan nilai yang relatif besar untuk membeli dan memodifikasi perangkat notebook yang mahal.

0 komentar:

Poskan Komentar